friendship for forever....


About Me

Foto saya
Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
Simply is beautiful...Diam dengan Kata

......................Enjoy d'music

Rabu, 08 Februari 2017

Hingga akhirnya kusadari rasa sayang-Nya

Maka benar lah tak ada pertemuan yang sia-sia
Dengan siapa, kapan dan dimana
Semua telah tertulis di lauhul mahfudz
Aku berada disini
Adalah cara Dia menguatkan niat yang sudah lama tertanam
Ya niat yang sudah lama
Namun entah karena perasaan ragu yang membuat langkahku terhenti
Sehingga niat waktu itu belum bisa terealisasi
Namun sekali lagi Ia memperlihatkan betapa sayangNya Dia
Dengan berbagai cara Ia tunjukkan jalanNya dan sayangNya
Dan aku yang dulu pun masih sering mencoba mengingkari, membuat dalih untuk mengelak dari semua panggilanNya
Terlalu takut tuk melangkah
Sampai akhirnya
Aku bersyukur Ia tak menyerah pada hambaNya
Pertemuan dengan mereka, peristiwa yang terjadi, perubahan mereka, akhirnya bisa menampar hati ku....
Insya Allah niat itu perlahan coba ku realisasikan...
Smoga Allah senantiasa melimpah kan hidayahNya dan membuat diri ini selalu istiqomah dalam tiap langkah yang ku tempuh

Senin, 30 Januari 2017

Betapa sayangnya Allah pada hambanya


Dan seketika itu saya merasa ilmu saya masih sangat dangkal
Betapa luas ilmu itu
Betapa luas ilmu Allah dan sunnah ini
Betapa malunya saya
Apa yang patut saya sombongkan dengan ilmu yang cetek ini
Saya tidak lah lebih baik dari kamu
Saya tidak lah lebih baik dari kalian
tapi saya ingin terus belajar...
Ingin bisa mengejar kamu
Ingin bisa mengejar kalian
Dalam fastabiqul khairat
Satu hikmah yang bisa saya pelajari
Bagaimana seharusnya bersikap tawadhu
Dan tak pernah merasa cukup akan ilmu
Karena betapa mengerikannya amalan tanpa ilmu
Bisa jadi yang sering terlihat nyatanya adalah bid'ah
Dan yang tak terlihat justru amalan sunnah
Luar biasa nya Allah
Bagaimana ia menunjukkan jawaban atas kekeliruanku mengenai satu amalan sunnah yang selama ini ternyata salah...
Bagaimana Allah menjawab semua tanyaku dan kegelisahanku dengan 'cara' Nya
Betapa sayangNya Allah terhadap hambanya

Saat itu pula ku review kembali hidup ku
Berkontemplasi dalam renunganku
Betapa luar biasa skenario Allah
Betapa nikmatNya sungguh tak terhingga padaku, entah bagaimana mengutarakan akan kasih sayangNya pada ku ini..
Subhanallah...
walhamdulillah...
walailahaillallah...

Betapa bodohnya saya
Terlambat 'melihat' nikmatNya ini
Seakan keluhku...maksiatku...kecongkakkan ku
Tak Allah hiraukan...
Nikmat Nya terus Dia berikan
Dan tak menyerah atas ku
Tak menyerah mencoba memanggilku kembali ke jalan Nya
Mencoba berbicara padaku
Dan betapa sering ku tak mendengar dan bahkan pura-pura tak melihat tanda-tanda itu
Tapi Allah begitu Maha Pengasih dan Maha Pemurah
KarenaNya Ia membukakan mataku ini dan mulai mencoba meraba-raba panggilanNya
Melalui semua tanya yang tiba-tiba hadir dan Ia menjawab melalui caraNya
Subhanallahu wabihamdik...

Bisa apa hamba tanpaMu ya Allah
Hamba mohon jangan kau ambil hidayah Mu ini ya Allah
Jaga hati ini untuk tetap istiqomah
Meluruskan semua niat ku
semata-mata lillahi ta'ala
Semua ku serahkan padaMu
Karena begitu luar biasanya alur hidupku Engkau rancang


Minggu, 27 November 2016

Pisah

Kita menangisi kepergian seseorang...
Kenapa?
Tak rela ditinggal orang yang kita kasihi...
-sampai akhirnya saya sadari-

Kita bukan menangisi mereka yang pergi..
Tapi menangisi diri kita sendiri...
Selama ini orang-orang tersebut selalu berada disamping kita...
Bertemu tiap hari...berbincang...saling menumpahkan rasa sayang...saling menjaga...
Semua itu karena 'kebiasaan' yang selalu kita lakukan dengan mereka...
Hingga saat sesuatu terjadi...
Semua kebiasaan yang kita lakukan bersama mereka harus terenggut dengan tiba-tiba
Tak ada persiapan...aba-aba atau semacamnya...
Shock...mungkin...sangat masuk akal...
Tak mau menerima kenyataan itu...
Hingga kita menangis...
Menangis...
Karena apa...
Karena sebenarnya kita takut...
Takut karena semua kebiasaan yang kita lakukan bersama mereka tidak akan bisa kita lalukan lagi...
Ditambah kenangan yang tak bisa lepas dari hidup kita...
Kita takut...bagaimana memulai hari tanpa mereka bersama kita lagi...
Karena kita berada disisi yang ditinggalkan...
Ditinggal kan bersama kenangan...
Kita terlalu takut menerima kenyataan itu...hingga kita menangis...

Tapi tenang, semua itu terjadi karena ada nya kebiasaan-kebiasaan tadi...
Mengubah kebiasaan itu sulit...tapi bukan hal mustahil....

Waktu...

Maka waktu lah yang kan mengobati...
Namun yang pertama ialah berdamailah..berdamailah dengan kenyataan dan biarkan waktu yang melakukan tugasnya...

Perlahan kebiasaan lama kan terkikis...
kita akan mulai terbiasa dengan ketidakhadiran mereka...
dan kebiasan itu kan berganti dengan kebiasaan baru...

Hingga perlan tapi pasti kita akhirnya kan berdiri sebagai seorang pemberani...
seseorang yang telah berdamai dengan kenangan...
#ismirinduummi😊